Belajar Menggunakan Multitester AVO Meter

Belajar Menggunakan Multitester AVO Meter - untuk mengetahui nilai besaran tahanan, tegangan kuat arus diperlukan alat yg dapat digunakan untuk mengukur besara-besaran kuat arus tersebut, mungkin kita pernah mendengar Amper Meter dan Volt Meter dimana alat tersebut mempunyai fungsi masing-masing.

Volt Meter biasanya digunakan untuk mengukur besar tegangan, apakah tegangan tersebut DC (Tegangan Searah) atau AC (Tegangan Bolak-balik), Amper Meter digunakan untuk mengukur besar kuat arus, dua alat ukur ini biasanya bisa dijumpai  pada panel-panel listrik, sedangkan alat ukur portable yg umum dipergunakan para teknisi elektronik umumnya dikenal dengan sebutan multitester, dikatan multitester karene dengan menggunakan satu alat ukur saja kita sudah dapat mengukur kuat arus, Tegangan DC dan Tegangan AC, juga bisa mengukur Tahanan resistor Ohm Meter.

Mengukur tegangan DC
Atur Selektor pada posisi DCV. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V. Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak. Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe warna hitam pada titik (-) tidak boleh terbalik.
multitester
Baca hasil ukur pada multimeter. Mengukur tegangan AC Atur Selektor pada posisi ACV. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V. Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak. Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik. Baca hasil ukur pada multimeter.  

Mengukur kuat arus DC Atur Selektor pada posisi DCA. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek, misal : arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas ukur 250mA atau 500mA. Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan fuse (sekring) harus diganti dulu. Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat pengukuran tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti kita memutus salah satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter sebagai penghubung. Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan probe (-) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan dicek pemakaian arusnya. Baca hasil ukur pada multimeter.

Mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap Atur Selektor pada posisi Ohmmeter. Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur. Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik. Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.  

Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR) Atur Selektor pada posisi Ohmmeter. Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur. Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur. Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik. Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR. Mengecek hubung-singkat / koneksi Atur Selektor pada posisi Ohmmeter. Pilih skala batas ukur X 1 (kali satu). Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung kabel/terminal yang akan dicek koneksinya. Baca hasil ukur pada multimeter, semakin kecil nilai hambatan yang ditunjukkan maka semakin baik konektivitasnya. Jika jarum multimeter tidak menunjuk kemungkinan kabel atau terminal tersebut putus.  

Mengecek diode Atur Selektor pada posisi Ohmmeter. Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000). Hubungkan probe multimeter (-) pada anoda dan probe (+) pada katoda. Jika diode yang dicek berupa led maka batas ukur pada X1 dan saat dicek, led akan menyala. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti dioda baik, jika tidak menunjuk berarti dioda rusak putus. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada anoda dan probe (-) pada katoda. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti dioda baik, jika bergerak berarti dioda rusak bocor tembus katoda-anoda.  

Mengecek transistor NPN Atur Selektor pada posisi Ohmmeter. Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000). Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor . Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C. Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E. Hubungkan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E. Note : pengecekan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) padakolektor tidak diperlukan.  

Mengecek transistor PNP Atur Selektor pada posisi Ohmmeter. Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000). Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C. Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor. Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E. Hubungkan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) pada kolektor. Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E. Note : pengecekan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor tidak diperlukan.  

Mengecek Kapasitor Elektrolit (Elko) Atur Selektor pada posisi Ohmmeter. Pilih skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF. Hubungkan probe multimeter (-) pada kaki (+) elko dan probe (+) pada kaki (-) elko. Pastikan jarum multimeter bergerak kekanan sampai nilai tertentu (tergantung nilai elko) lalu kembali ke posisi semula. Jika jarum bergerak dan tidak kembali maka dipastikan elko bocor. Jika jarum tidak bergerak maka elko kering / tidak menghantar.

Repost artikel dari : http://abisabrina.wordpress.com/2010/07/30/cara-menggunakan-multimeter

Belajar Cara Menggunakan Multitester AVO Meter untuk mengetahui bagus tidaknya komponen dengan ohm meter, dengan menggunakan avo meter kita mungkin sedikit kesulitan untuk mengukur nilai capasitor, dan lilitan atau kumparan dilengkapi dengan lcd dan begitu saya beli dan coba sendiri hasil pengukurannya bisa dibilang 90% silahkan lihat alat ukur lilitan dan capasitor digital bisa dipake buat ngukur besaran kumparan sangat cocok buat yg ingin membuat coil antena sendiri.

untuk melengkapi pengetahuan seputar belajar elektronika sendiri tentang cara membuat penguat opamp dari transistor sobat bisa baca artikel  Belajar membuat penguat Opamp dengan transistoramp. jika sudah  paham menggunakan multitester avo meter kita coba latih diri dengan membuat rangkaian elektronik sederhana seperti membuat rangkaian lampu flip-flop sederhana, buat amplifier 5 watt mono dan bisa dijadikan hoby elektronik.
Terimakasih buat sobat yang sudah kasih like, tweet dan google+
Previous
Next Post »

3 komentar

Click here for komentar
Jumat, 08 Februari, 2013 ×

Postingan yang bermnfaat gan :) makin bertmabah nih ilmu ane sehabis baca ini

Balas
avatar
admin
Rabu, 02 Juli, 2014 ×

Teruslah membagi ilmu gan, karena banyak yg ingin belajar. Trim's

Balas
avatar
admin
Jumat, 04 Juli, 2014 ×

Terimakasih sobat, sebatas berbagi pengalaman saja gan

Balas
avatar
admin

Silahkan berikan komentar anda tentang entri ini, No Spam tidak meninggalkan link didalam kolom komentar. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment